JURNAL SEGITIGA REFLEKSI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
SEGITIGA REFLEKSI MODUL 3.1
PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
Setelah pembelajaran modul ini, saya akhirnya memahami bahwa dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin harus berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan. Nilai-nilai kebajikan tersebut sangat berhubungan dengan nilai-nilai yang dianut seorang pimpinan/pendidik, karena dalam pengambilan keputusan dibutuhkan karsa. Karsa merupakan suatu kekuatan yang tidak terpisahkan dari perilaku manusia, yang berhubungan dengan nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang dianut oleh seseorang, yang terkadang dalam pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika. Ada 3 prinsip yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil suatu keputusan dalam dilema etika meliputi : (1)Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), berpijak pada utilitarism, selalu mengukur konsekwensi dari hasil akhir yang diharapkan untuk kepentingan orang banyak, (2)Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), berpijak pada deontologis: kewajiban, keputusan diambil berdasarkan peraturan tanpa memperdulikan konsekwensi, (3)Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking), dikenal aturan emas, memainkan peranan kunci pendidikan etika, memberi batasan pada diri dan memikirkan orang lain, menghadirkan empati. Namun harus diinggat bahwa semuanya harus didasarkan pada Prinsip-prinsip etika yang didalamnya mengandung nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati dan disetujui bersama, lepas dari latar belakang sosial, bahasa, suku bangsa, maupun agama seseorang. Pemahaman terhadap nilai-nilai kebajikan, paradigma, prinsip dan 9 uji analisis kasus merupakan kunci dalam pengambilan keputusan.
Perasaan saya setelah mengikuti pembelajaran modul ini adalah sangat senang dan bersyukur sekali karena dapat pemgetahuan baru tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin. saya semakin termotivasi untuk mempelajari dan tertantang untuk menguasai materidi modul ini terkait nilai-nilai kebajikan, paradigma, prinsip dan 9 uji analisis kasus dalam pengambilan keputusan.
Setelah melakukan pembelajaran modul
3.1 ini, target saya berikutnya adalah saya akan berusaha menjadi seorang
pemimpin pembelajaran yang kompeten, bersikap reflektif, kritis, dan kreatif dalam
proses pengambilan keputusan. Saya akan berusaha Mengambil keputusan tepat yang mencerminkan dan merefleksikan integritas sekolah, nilai-nilai
kebajikan yang dijunjung tinggi oleh sekolah, dan bisa diambil sebagai rujukan
atau teladan bagi seluruh warga sekolah dan lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai
kebajikan universal dalam pengambilan
keputusan di sekolah juga ditumbuhkembangkan dalam pembelajaran yang berpihak
pada murid. Saya juga mempu menciiptakan
lingkungan positif dengan budaya positif disertai peran manager restitusi,
INSYAALLOH akan memberi pelajaran hidup
yang baik bagi murid, murid akan mampu
menyikapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupannya dengan
pengambilan keputusan yang tepat dan akhirnya mampu menentukan arah masa depannya.
Setelah pembelajaran modul ini,saya akhirnnya mampu berlatih dalam
pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan seorang pemimpin. Saya akhirnya mampu memahami bahwa dalam pengambilan keputusan seringkali bersinggungan
dengan prinsip-prinsip etika, yang
didasarkan pada nilai-nilai
kebajikan universal yang sudah disepakati bersama. Saya akhirnya
juga tahu bahwa pengambilan keputusan harus berdasarkan pada rasa penuh tanggung jawab, nilai-nilai kebajikan
universal, serta berpihak pada murid. Ketika kita
dihadapkan pada kasus dilema etika dengan berbagai macam paradigma :
individu lawan kelompok, Rasa keadilan lawan rasa kasihan, Kebenaran lawan
kesetiaan Jangka pendek lawan jangka panjang, maka kita dapat menggunakan 3
prinsip: berpikir
berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan dan berpikir
berbasis rasa peduli.
Namun harus dipahami bahwa suatu pengambilan keputusan, walaupun telah berlandaskan pada suatu prinsip
atau nilai-nilai tertentu, tetap akan memiliki konsekuensi yang mengikutinya, maka dibutuhkan 9 langkah panduan pengambilan dan pengujian
keputusan meliputi: mengenali
nilai-nilai yang saling bertentangan,
menentukan siapa yang terlibat dalam situasi, kumpulkan fakta-fakta yang
relevan dengan situasi. pengujian benar atau salah, pengujian paradigma benar lawan benar,
melakukan prinsip resolusi, investigasi
opsi trilema, membuat keputusan dan melihat lagi keputusan dan merefleksikan
ketika keputusan sudah diambil. Selain itu dalam pengambilan keputusan juga
dibutuhkan ketrampilan penunjang yaitu ketrampilan Coaching dan kompetensi
sosial emosional.

Komentar
Posting Komentar