REFLEKSI KASUS 1 KESADARAN DIRI


 

Modul 2.2.a.4.1.a. Eksplorasi Konsep

Oleh: Siti Khofifah S.Pd, M. Pd

KASUS 1

KSE Kesadaran diri : Kemampuan memahami perasaan, emosi dan nilai-nilai diri sendiri dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan.

 

Bapak Eling adalah seorang guru PPKN SMP selama lebih dari 15 tahun. 5 tahun belakangan, ia juga berperan sebagai wakil kepala sekolah bidang kemuridan. Selain mengajar PPKN, perannya sebagai wakil kepala sekolah memberikannya tanggung jawab untuk merancang kebijakan pendisiplinan murid, melakukan supervisi dan sebagai pendamping dalam kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kemuridan. Pada bulan September, kepala sekolah menunjuk Bapak Eling sebagai ketua panitia perayaan ulang tahun sekolah.

Saat itu jam pelajaran terakhir. Sebelum rapat panitia besar ulang tahun sekolah untuk memfinalisasi acara, Bapak Eling masuk ke kelas 9 untuk mengajar mata pelajaran PPKN. Sejak pagi, Bapak Eling sudah mengajar 3 kelas yang berbeda secara berurutan. Pada pelajaran ini, anak-anak diizinkan menggunakan gawai mereka untuk mengerjakan proyek kelompok. Setelah beberapa saat Bapak Eling melakukan pengecekan apakah setiap murid bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab mereka. Saat mendekati meja salah satu murid, Diana, Pak Eling mendapati muridnya itu sedang menggunakan gawainya untuk mengerjakan tugas pelajaran lain. Bapak Eling spontan mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi. “Jadi ini yang dari tadi kamu lakukan?”  Seisi ruang kelas terkejut.  Wajah Diana memerah.  Ia tampak malu dan tidak menyangka Bapak Eling merespon sekeras itu.

 

1.    Jawablah pertanyaan berikut.
Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas.

2.    Berdasarkan pemahaman tentang KSE kesadaran diri yang berlandaskan kesadaran penuh (mindfulness) yang sudah Anda pelajari, bagaimana Bapak Eling dapat merespon situasinya dengan kompetensi tersebut? Jelaskan alasan Anda.

 

JAWAB

1.    Situasi yang dialami pak eling adalah kelelahan dan rasa kecewa. Kelelahan karena  sejak pagi sudah mengajar 3 kelas yang berbeda secara berurutan, setelah  itu juga pak eling rapat panitia besar ulang tahun sekolah untuk memfinalisasi acara peringatan 17 agustus dalam  satu hari.  Rasa kecewa karena  salah satu muridnya tidak bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab dalam projek kelompok tapi  menggunakan gawainya untuk mengerjakan tugas  pelajaran lain.

2.    Bapak eling seharusnya bisa merespon situasinya  dengan melakukan teknik STOP ,berhenti sejenak ,ambil nafas dalam, merasakan sensasinya pada tubuh ,perasaan dan pikiran selesai dan lanjutkan. Hal ini bisa merilekskan aktivitasnya yang padat dan akhirnya mampu menjalankan tanggung jawab secara baik, tidak ada emosi  saat melakukan pembelajaran karena pak eling mampu memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODEL PEMBELAJARAN KALENDER BUDEREKTUR

JURNALREFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM BERDAMPAK POSITIF PADA MURID