JURNAL SEGITIGA REFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 2.1
Penulis : Siti Khofifah S. Pd, M. Pd, Diterbitkan : 10 Nopember 2022
Perasaan saya setelah mengikuti pembelajaran modul ini, sangat senang
dan bersyukur sekali menjadi peserta CGP yang diberi kesempatan untuk mendapat
materi pembelajaran berdeferensiasi. Saya semakin bertanggungjawab dalam menyediakan
lingkungan belajar yang memungkinkan setiap murid dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal,
menyenangkan. Saya juga semakin yakin bahwa:. Semua murid bisa berhasil dan sukses
dalam pembelajarannya, bersikap adil itu bukan berarti menyamaratakan perlakuan
pada semua murid,karena pola belajar
setiap murid, menelaah efektifitas pembelajaran yang saya lakukan dan semakin
menyadari bahwa Pendidik adalah kunci dari keberhasilan pengembangan program
pembelajaran murid-murid di kelas dengan dukungan dari stakeholder sekolah.
Setelah melakukan pembelajaran hari ini, target saya berikutnya adalah saya akan mengimplementasikan
pembelajaran berdeferensiasi, meliputi: konten,proses dan produk. Deferensiasi
konten, merujuk pada strategi
membedakan pengorganisasian dan format penyampaian konten. Konten adalah materi
pengetahuan, konsep, dan keterampilan yang perlu dipelajari murid berdasarkan
kurikulum. Untuk Diferensiasi Proses, merujuk pada strategi
membedakan proses yang harus dijalani oleh murid yang dapat memungkinkan mereka
untuk berlatih dan memahami isi (content) materi. Sedang Diferensiasi
Produk, merujuk pada strategi memodifikasi produk hasil belajar murid,
hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah dipelajari. Adapun
3 kebutuhan belajar murid itu, Menurut Tomlinson (2001) dalam bukunya yang
berjudul How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classroom 3
kebutuhan dasar itu meliputi: kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid.
Kesiapan belajar (readiness) murid terkait dengan berbagai hal,
diantaranya: pengetahuan, konsep dan keterampilan awal yang saat ini dikuasai
oleh murid. Minat murid terkait suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi
atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri, sedang Profil
belajar murid, mengacu pada cara bagaimana murid sebagai individu paling baik bisa
belajar, karena gaya belajar murid berbeda,ada visual, audiovisual maupun
keenestetik.
Setelah pembelajaran modul ini,saya akhirnnya mampu menerapkan pembelajaran berdeferensiasi dengan langkah awal membuat perencanaan pembelajaran yang
memperhatikan kebutuhan belajar meliputi kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid. Untuk kesiapan
belajar, saya menyediakan magteri dalam bentuk
e-Modul, video dan artikel yang
menunjukkan deferensiasi konten yang telah saya share dalam GC sebelum kegiatan
pembelajaran berlangsung, lalu saya lakukan pre tes untuk mengetahui
pengetahuan awal murid. Saya juga
melakukan deferensiasi proses dengan melakukan pemetaan murid berdasarkan
kompetensinya, untuk murid dengan level
kompetensi tinggi melalui belajar
mandiri , level midle dengan metode tutor sebaya dari level high dan
pendampingan dan pembimbingan dan pendampingan untuk level low. Dalam membuat
proyek dan melakukan penelitian saya juga memberi kebebasan terkait topik yang
akan dipilih sesuai minat murid. Akhirnya
sebagai pendidik, semoga saya dapat melakukan
pengimbasan pembelajaran berderefensiasi pada teman sejawat,sehingga filosofi
pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara dapat dilakukan oleh semua pendidik di sekolah masing-masing. Dengan harapan pada akhirya kita sebagai
pendidik akan mampu melahirkan generasi
profil pelajar pancasila dengan 6 dimensi meliputi: beriman, bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, dan berahlak mulia; berkebhinekaan global; bergotong
royong; mandiri; bernalar kritis; dan kreatif disertai motivasi untuk belajar
sepanjang hayat.

Komentar
Posting Komentar