KONEKSI ANTAR MATERIODUL 2.2 PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL(KSE)
PEMBELAJARN SOSIAL EMOSIONAL
Oleh: Siti Khofifah S Pd,M. Pd, diterbitkan 24 Nopember 2022
1. Sebelum
mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa pembelajaran sosial emosional tidak
dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas sehingga selama menjadi
guru, saya tidak pernah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang
menumbuhkembangkan kompetensi sosial emosional dengan tujuan pembelajaran yang
jelas. Setelah mempelajari modul ini, ternyata pembelajaran sosial emosional dapat diimplementasikan di kelas dan sekolah melalui 4 indikator
meliputi: pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktik mengajar guru dan
kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, dan
penguatan pembelajaran sosial emosional pendidik dan tenaga kependidikan (PTK)
di sekolah.
2. Berkaitan
dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk
memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi
akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being), 3 hal mendasar dan
penting yang saya pelajari adalah : (1) Konsep Pembelajaran Sosial dan
Emosional berdasarkan kerangka kerja CASEL (Collaborative for
Academic, Social and Emotional Learning) yang bertujuan untuk mengembangkan
5 (lima) Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) meliputi: kesadaran diri,
manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi dan pengambilan
keputusan yan g bertanggung jawab. (2). Konsep
kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar penguatan 5 Kompetensi
Sosial dan Emosional (KSE) serta bagaimana mengimplementasikan
pembelajaran sosial emosional di kelas dan sekolah melalui 4 indikator,
yaitu: pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktek mengajar guru
dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, dan
penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga
kependidikan (PTK) di sekolah. (3). Konsep kesejateraan psikologis
[well-being]. Kesejahteraan psikologis (psychology well-being) adalah
tingkat kemampuan individu dalam menerima dirinya apa adanya, membentuk
hubungan yang hangat dengan orang lain, mandiri terhadap tekanan sosial,
mengontrol lingkungan eksternal, memiliki
arti dalam hidup, serta
merealisasikan potensi dirinya secara kontinyu. Seorang individu dikatakan
dalam kondisi psychology well-being dengan ciri meliputi: memiliki sikap
positif pada diri sendiri dan orang lain, dapat membuat keputusan dan mengatur
tingkah lakunya sendiri, mampu memenuhi kebutuhan dirinya, dengan menciptakan dan mengelola lingkungan yang
baik, memiliki tujuan hidup, membuat hidup mereka lebih bermakna serta selalu
mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya. Dengan well-being yang optimum
seseorang memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mencapai prestasi akademik
yang lebih tinggi ,kesehatan fisik dan mental yang lebih baik, memiliki
ketangguhan (daya lenting/resiliensi) dalam menghadapi stres dan terlibat dalam
perilaku sosial yang lebih bertanggung jawab. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan
menurut Ki Hajar Dewantara, yaitu untuk
“menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka
sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi- tingginya” (Dewantara, 1961: 20).
3.
Berkaitan
dengan no 2, perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah:
a. Bagi murid-murid:
Perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah bagi murid adalah mengimplementasikan KSE dalam pembelajaran disertai
tujuan penbelajarannya yang jelas. Dengan menggunakan metode STOP, POOCH, RODA
EMOSI Pluchit, untuk membiasakan maindfullness pada setiap awal pembelajaran
dengan mengenal emosi pada murid, memiliki kesiapan dalam belajar. Disamping
itu juga menerapkan 5 KSE baik pada pengajaran eksplisit, integrasi dalam
praktik mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas
dengan melibatkan siswa dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan.Dengan
penerapan tersebut anak mencapai well-being sehingga tujuan pendidikan dapat
tercapai
b. Bagi rekan
sejawat:
Perubahan yang saya terapkan pada teman sejawat yaitu saya akan mengimplementasikan KSE dalam
Pembelajaran. Lalu melakukan pengimbasan terkait materi pembelajarn dan KSE yang
saya peroleh, berbagi praktek baik dalam pembelajarn KSE, melakukan resilisiensi dengan 3 sumber:
1 Have, I am dan I can. Dan Metode
I message. You-Message. Dalam resolusikonflik, Sehingga semua teman sejawat dapat
mengimplemetasikan KSE dalam kelas.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar